Text
Teruslah Bodoh Jangan Pintar
Buku ini menceritakan perjuangan aktivis peduli lingkungan melawan perusahaan tambang bernama PT Semesta Minerals & Mining yang akan membuka tambang baru di negara tersebut. Perlawanan yang dilakukan dengan sidang dengar pendapat selama enam belas hari, cukup menguntungkan bagi perusahaan tambang itu.
Waktu persiapan untuk sidang dengar pendapat adalah satu bulan lamanya, namun disetiap sidang Hotma Cornelius sebagai pengacara perusahaan tersebut selalu memiliki bukti yang dapat mengelak para saksi yang dibawa oleh pihak aktivis.
Buku ini juga menceritakan tentang betapa kejinya perusahaan tersebut dalam membangun tambang baru. Dari banyaknya saksi aktivis yang didatangkan ke meja sidang, mereka selalu bercerita tentang bagaimana perusahaan tersebut merenggut nyawa orang-orang tercinta dan kampung halaman yang asri dan sejuk mereka rusak.
Setiap pembukaan lahan baru untuk tambang perusahaannya, keluarga Tuan Liem selalu meminta “bantuan” pihak pemerintah dan Bacok sebagai anggota tentara yang selalu menggunakan kekerasan dalam pembukaan lahan baru.
Sidang dengar pendapat memiliki keputusan akhir yaitu disetujuinya pembukaan lahan baru dengan suara 1 banding 6 diantara hakim yang dibuat untuk sidang tersebut. Dan ternyata ketua hakim lah yang tidak menyetujui pembukaan lahan baru dan enam lainnya setuju dengan diberikan gratifikasi oleh pihak PT Semesta Minerals & Mining.
| 07250 | 899.2213 Liy t | Perpustakaan SMPN 2 Jetis (800) | Sedang Dipinjam (Jatuh tempo pada2026-06-10) |
Tidak tersedia versi lain